Langsung ke konten utama

Mencintaimu dalam dunia yang berbeda


Waktu berlalu begitu saja tanpa tersisa jejakmu sama sekali dalam pandangan ku. Seolah-olah kau hanyalah ilusi bagi raga ini. Akhirnya kita menjalin rasa saling mencintai dalam dunia yang berbeda. Entah masih lanjut ataukah sudah dalam tahap pergi untuk selamanya.

Hampir satu tahun kita tak pernah lagi saling menyapa, berawal dari keegoisan masing-masing akhirnya menimbulkan kesan yang tak diinginkan. Mungkin kau yang menginginkan hal ini terjadi. Tapi dalam hati ku sampai detik aku menulis ini rasa inginku akan dirimu tak pernah hilang sama sekali. 

Sesekali aku mengunjungi dunia mu lewat tengah malam yang sepi. Melihat senyum dan canda tawa mu yang dulu setiap hari aku saksikan tanpa harus menetapkan waktu untuk aku bisa menyaksikan nya. Kini, momen itu tak bisa aku lakukan lagi. Karena ada halangan berat yang membuat kita untuk tidak bisa lagi bersama. Kau tahu, aku melangkah sampai detik ini selalu dengan rasa penyesalan yang tak pernah bisa aku maafkan.

Dalam mencintaimu, aku merasakan keindahan yang tersembunyi yang tak pernah aku dapatkan sampai sejauh ini. Berkelana aku untuk mencoba mencintai orang lain hanya untuk sejenak bisa melupakanmu. Tapi tetap saja tidak bisa. Selalu saja ada hal yang membuat aku mengingat dirimu dalam diri mereka.

Terkadang tengah malam aku sesekali menyaksikan kebahagiaan tawa dan candamu meskipun terkadang aku harus bersusah hati menuju pertemuan itu. Kau tahu aku harus kemana, aku harus menuju alam "mimpi" untuk bisa berjumpa dengan mu. Bagiku hal itu merupakan suatu anugerah karena masih bisa melihat wajah itu dalam hidupku.

Jika saja dirimu masih disini. Aku ingin bersandar di bahu mu. Aku lelah dengan segala macam hal yang membuat aku merindukanmu. Tak ada ruang yang bisa menampung keluh kesah ku terhadap rasa rindu ini padamu. Tak ada tempat untuk aku menceritakan bagaimana keadaan hati ini saat merindukanmu.

Jika saja dirimu disini, aku tak akan pernah meneteskan air mata dikala aku mengingat momen bersama dirimu. Terlalu banyak kisah klasik bersamamu yang tak pernah hilang bersamaan dengan kepergian mu. Terlalu cepat rasanya Tuhan mengambil alih dirimu dari rasa cintaku untukmu. 

Kini kau telah disana. Entah seperti apa, aku hanya bisa melihatnya lewat mimpi di tengah malam. Tak cukup nyaman diri ini semenjak kepergian mu. Kau hilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Mengapa selalu ada momen kebersamaan kita disaat aku mulai belajar mencintai seseorang. Canda tawamu selalu aku lihat dalam diri orang lain yang aku dekati. Senyuman mu selalu aku saksikan di balik sosok dirinya.

Aku berusaha sekeras mungkin untuk bisa mengikhlaskan kepergian mu dari dunia ku. Namun terkadang kau sesekali datang ke dunia mimpi ku untuk sekedar bergurau dengan diriku. Kita telah berbeda, kau dengan duniamu dan aku dengan duniaku. 

Aku menikmati rasa mencintai ini meskipun dalam bingkai dunia yang berbeda. Aku seolah-olah tak ingin beranjak dari mimpi ku saat melihat gurauan mu. Serasa nyata, terasa kita benar-benar saling menyapa satu sama lain. Aku mendengar suaramu saat tengah malam ku. Aku melihat senyuman mu saat dunia mimpi itu mulai aku pijaki. Aku menyaksikan kebahagiaan canda tawamu seperti saat dulu aku mencintaimu dalam diam.

Untuk dirimu yang telah hilang tanpa jejak dalam duniaku. Aku merindukan dirimu. Dunia mimpi sepertinya tak bisa sepenuhnya mengobati rasa rindu ini. Aku lelah dan aku ingin bersandar di bahu mu. Bahu yang memberikan aku kekuatan dikala aku terpuruk. Aku merindukan dunia kita, dunia yang mengajarkan aku apa hakikat hidup yang sesungguhnya. 

Jika memang kita ditakdirkan untuk bersama. Kita akan dipersatukan dalam dunia yang sesungguhnya setelah kita sama-sama telah tiada.

                                  Kore, 28 September 2020

                       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengeksplorasi Jejak Sejarah: 10 Situs Web untuk Mencari Sumber Naskah di Zaman Kolonialisme di Indonesia

Indonesia, dengan warisan sejarah yang kaya dan kompleks, telah melalui masa kolonialisme yang panjang yang telah membentuk perkembangan politik, sosial, dan budayanya. Untuk memahami lebih dalam tentang periode kolonialisme ini, penting bagi peneliti, sejarawan, dan masyarakat umum untuk memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber naskah dan dokumen yang relevan. Di era digital ini, banyak lembaga dan institusi telah memperluas akses terhadap koleksi mereka melalui platform daring. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi sepuluh situs web yang menyediakan sumber-sumber naskah di zaman kolonialisme di Indonesia. 1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI):    Sebagai rumah bagi banyak dokumen bersejarah, ANRI memiliki koleksi yang mencakup periode kolonialisme di Indonesia. Dari arsip foto hingga catatan resmi pemerintah kolonial, situs web ANRI menawarkan akses yang berharga bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu Indonesia. 2. Perpustakaan Nasi...

Semua tentang PPPK - Download Materi Ebook PDF PPPK 2024-2025

Panduan Lengkap Mendownload Ebook PPPK Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan kesempatan emas bagi banyak orang yang ingin mengabdi pada negara. Setiap tahun, ribuan posisi PPPK dibuka, memberikan peluang bagi banyak calon tenaga profesional untuk bekerja di sektor publik. Namun, untuk berhasil lolos seleksi, dibutuhkan persiapan matang dan pemahaman mendalam tentang apa yang akan dihadapi dalam ujian. Salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan memanfaatkan sumber daya belajar yang ada, seperti ebook PPPK. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa mendownload ebook PPPK bisa menjadi langkah cerdas untuk persiapan ujian dan bagaimana cara mendapatkan ebook tersebut dengan mudah. Yuk, simak informasi lengkapnya! Apa Itu PPPK? Sebelum membahas lebih jauh tentang ebook PPPK, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu PPPK dan mengapa seleksi ini begitu penting. PPPK adalah sistem penerimaan pegawai pemerintah yang berbeda dari CPN...