Langsung ke konten utama

Batin Yang Telah Mati

  • Aku pernah mencintaimu dengan begitu hebatnya. Menghabiskan perasaan ku hanya untukmu. Aku juga pernah berkelahi keras dengan pikiran ku sendiri. Dipaksa untuk memilih antara cinta atau sakit hati yang aku alami saat kau hilang dengan caramu yang epik.
  • Cinta yang ku titipkan dalam dirimu terlalu berlebihan. Sebab aku dijadikan budak oleh mu tanpa bisa ku lawan lagi. 
  • Wahai kasih, aku terpaksa untuk bersandiwara saat ini. Berawal dari kehilangan mu saat itu. Di hadapan dunia aku tersenyum dan tertawa tapi disaat aku di hadapan pemilik dunia aku tak tahu senyum itu seperti apa. Aku seperti dicaci-maki oleh Tuhan, aku seperti kehilangan separuh hidupku. 
  • Wahai hati yang pernah merajai kalbuku, kau tahu bahwa aku telah melewati luka yang begitu perih. Berjuta-juta tetesan airmata yang telah jatuh saat aku kehilanganmu. Aku terpaksa untuk memilih antara senyum dan tangis dalam keseharian ku. Mungkin kau pikir itu adalah sesuatu yang berlebihan tapi hatiku bukan lah medan perang yang mampu aku kendalikan.
  • Wahai wanita yang selalu aku sebut namanya, waktu memang bisa mengobati segala luka, waktu bisa mengubur segala kenangan tapi tidak dengan akal dan hati. Karena aku masih mempunyai kenangan bersama mu yang telah tersimpan rapi di dalam akal dan hati ini.
  • Nama mu selalu terngiang dalam perjalanan hidupku. Nama yang membuat aku berani untuk melawan dunia. Nama yang selalu membuat aku menjadi gila. Nama yang dulu selalu aku banggakan dalam do'aku. Nama yang membuatku merasa hidup ini tak berarti tanpa kehadiran mu.
  • Aku tahu batinmu telah mati untuk diriku. Namun harus kah jalan terbaiknya seperti ini. Kau pergi tanpa pamit, tanpa jejak sedikitpun untuk diriku bisa mempertanyakan "kenapa bisa" dan hal apa yang jadi "penyebabnya". Bukankah malam itu kita tertawa bersama sebagaimana biasanya. Bukankah malam itu kita bercerita tentang angan kita untuk hidup bersama.
  • Tahukah dirimu, rasanya diriku tak mampu untuk menceritakan lagi kisah kita setelah semua yang telah terjadi. Aku tak lagi "gila" seperti dulu untuk meminta dirimu tetap berada disini. Aku hanya mencoba belajar ikhlas meskipun terkadang hati dan pikiranku selalu berkelahi dengan kerasnya.
  • Wahai Mutiara ku, jikalau keputusan mu itu adalah tawa dan canda terbaik bagimu, aku akan ikhlaskan. Namun jika keputusan itu adalah sesuatu keterpaksaan dari orang yang melahirkan mu, demi Tuhan aku tak akan pernah ikhlaskan kepergian mu.
  • Wahai nama yang selalu aku puja, jika keputusan mu adalah demi dirimu mendapatkan pendamping hidup yang lebih bisa mencintai dirimu melebihi diriku aku akan lebih bahagia. Namun jika akhirnya kau akan mendapatkan "Dia" yang akan membuat air mata mu menetes setiap saat. Sampai mati pun aku tak akan pernah bisa rela untuk melepaskan mu. 
  • Aku ikhlas untuk kepergian mu mencari kebahagiaan. Namun jika kau terluka, kembalilah padaku yang dulu pernah kau sebut "rumah impian" yang kau cari selama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berakhir tanpa jejak

Lagi dan lagi, kisah yang bertahun-tahun kandas begitu saja hanya dalam sekejap mata tanpa aku tahu sebab kesalahan yang aku lakukan. Kemesraan yang selama ini dilihat oleh orang banyak ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka. Hubungan yang selama ini di anggap baik-baik saja nyata di penuhi sandiwara. Aku menetapkan hatiku padanya disaat wanita lain tak memberikan kesempatan kepada ku untuk membuka hati dari kisah yang dulu melukai ku. Awalnya aku mengenal satu sampai enam orang wanita sebelum dirinya. Tapi tak ada yang bisa memberikan kesempatan untuk diriku mencintai sebagaimana hakikatnya cinta. Seiring waktu berjalan, kami mengenal satu sama lain. Komunikasi kami selalu intens. Tiap saat kita berdua saling bertanya kabar. Karena dia berada di kota dan aku di pelosok desa saat itu. Aku selalu berusaha melupakan kisah yang pernah menyakiti hatiku lewat komunikasi dengan dirinya. Meskipun terkadang dia mengatakan aku mendekatinya karena sekedar pelarian dari cerita masa laluku. Ta...

100 judul skripsi untuk jurusan Filsafat

1. "Analisis Filsafat Fenomenologi Husserl dalam Konteks Pengalaman Subyektif" 2. "Kajian Ontologis tentang Makna Kehidupan Menurut Perspektif Filsafat Barat dan Timur" 3. "Studi Epistemologi tentang Sumber Pengetahuan Menurut Aliran Empirisme dan Rasionalisme" 4. "Pengaruh Filsafat Nietzsche terhadap Pemikiran Etika Kontemporer" 5. "Analisis Metafisika tentang Konsep Waktu dalam Filsafat" 6. "Kritik terhadap Idealisme Berdasarkan Filsafat Materialisme" 7. "Studi tentang Hakikat Manusia dalam Filsafat Eksistensialisme" 8. "Pengaruh Filsafat Oriental dalam Pemikiran Modern Barat" 9. "Analisis Etika Aristoteles dalam Konteks Moralitas Kontemporer" 10. "Kajian tentang Konsep Kebebasan Menurut Filsafat Politik" 11. "Studi tentang Relasi antara Agama dan Filsafat dalam Pemahaman Manusia" 12. "Pemetaan Perkembangan Filsafat Politik dari Yunani Kuno hingga Era Modern" 13. ...

Untuk dia yang menjadi duniaku.

Untuk dirinya yang pernah menjadi duniaku. Sejenak aku belajar banyak dari dirimu. Mencintaimu dengan penuh tantangan. Mulai dari keluarga besar mu sampai akhirnya rasa tidak restu itu pun hadir di antara kedua orangtua mu. Menyayangi mu adalah ujian yang amat berat untuk ku pelajari. Mulai dari ujian untuk perasaan kita sampai perasaan itu hilang perlahan dari dalam dirimu  Aku belajar untuk bisa menerima kenyataan selama bersama dirimu. Mencoba untuk perlahan-lahan melupakan rasa dendam. Belajar sabar menghadapi setiap kali dirimu menghadirkan dia yang pernah menjadi bagian dari masa lalu mu kedalam cerita indah kita berdua.  Adik, tak adakah membekasnya rasa yang aku berikan selama ini dalam hatimu. Tak pernah kah bersemayam sedikit pun rasa sayang yang aku tunjukkan selama ini. Hingga dengan mudahnya kau mengatakan, " Aku sudah tak ada rasa lagi terhadap dirimu. Aku sebenarnya sudah lama ingin pisah namun aku takut mengatakannya ". Aku ternyata diberikan kepalsuan oleh mu...

Anemia Aplastik: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Anemia aplastik adalah kondisi medis langka yang ditandai oleh penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam sumsum tulang. Ini terjadi ketika sumsum tulang gagal memproduksi jumlah sel darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat memiliki dampak serius pada kesehatan dan memerlukan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dalam artikel ini, kami akan membahas penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatan anemia aplastik. A. Penyebab Anemia Aplastik Anemia aplastik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk: 1. Kerusakan pada Sel Punca Sumsum Tulang :  Salah satu penyebab utama anemia aplastik adalah kerusakan pada sel punca sumsum tulang, yang merupakan sel-sel yang bertanggung jawab untuk memproduksi sel darah. 2. Reaksi Autoimun :  Kadang-kadang, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang dan merusak sel-sel punca sumsum tulang, menyebabkan anemia aplastik. Ini disebut sebagai reaksi autoimun. 3. Paparan Zat Beracun :  Paparan ...

Kepala Korwil memberikan apresiasi "dua jempol" terhadap mahasiswa KKN STIE Bima pada peresmian "Rumah Baca" di Madrasah Ibtidaiyah Desa Kore.

  Apresiasi yang luar biasa diberikan oleh kepala dinas Dikpora kecamatan Sanggar atau kepala koordinator wilayah (KORWIL) Kecamatan Sanggar dalam hal ini bapak Ramli Arifin, S.Pd dalam sambutannya pada saat peresmian "rumah baca" yang di gagas oleh komunitas pemuda desa Kore dan bekerja sama dengan mahasiswa KKN STIE Bima angkatan XXI pada hari Rabu tanggal 27 September 2023 yang bertempat di Madrasah ibtidaiyah desa Kore. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa, indeks minat baca untuk wilayah provinsi NTB paling rendah di antara provinsi lain, yaitu di urutan kedua dari bawah. Beliau pun mendukung dan sangat memberikan apresiasi kepada para pemuda dan mahasiswa KKN STIE Bima atas kinerjanya selama beberapa bulan kebelakang dalam mempersiapkan peresmian rumah baca tersebut. Dalam sambutannya itu, beliau berharap agar kedepannya rumah baca yang telah diresmikan ini akan berjalan dan selalu aktif sampai ke pengurusan selanjutnya. Dan tak lupa pula beliau memberikan dukungan...