Langsung ke konten utama

Bercakap Dengan Tuhan



Tuhan, aku titip dia dalam setiap kutipan do'aku. Jaga dia dalam setiap langkah kakinya. Lindungilah dia dalam segenap naungan_Mu. Bahagiakan dia dengan keputusannya untuk pergi meninggalkan diriku. Aku tak rela Tuhan, tapi aku terpaksa untuk pamit pergi dan menerima segala keputusannya meskipun hal itu berbanding dengan segala luka dan rasa sakit yang begitu perih aku rasa. Aku terima perpisahan ini dengan kepala tegak, aku akan berbesar hati untuk bisa merelakan tragedi perpisahan ini, sebab aku sudah merasakan kehilangan dia jauh sebelum dia pergi menghilang untuk selamanya.

Tuhan, bantu aku untuk terbiasa tanpa dirinya. Temanilah perjalanan ku dengan segala petunjuk terbaik darimu. Sadarkan aku dikala diri ini mulai tersesat dan kembali rapuh. Sebab hatiku sudah tak lagi berpenghuni setelah kehilangan dirinya.

Hanya padamu Tuhan aku bisa berharap. 3 tahun lalu dia masuk dalam rumahku yang begitu berantakan. Datang dan pergi selayaknya tamu. Namun tak berselang lama dia merapikan segala pecahan kaca yang berantakan dalam rumahku sampai tak ada satu pun pecahan kaca yang tersisa dan dia pun menetap di dalamnya. Segala puing-puing yang berantakan dia tata dengan versi dirinya. Memperbaiki dinding-dinding rumah ku yang sangat tak terurus. Sampai debu-debu yang berterbangan pun tak tersisa oleh nya. 

Dia lukisakan kisahnya di dalam dinding-dinding rumah ku. Memberikan warna baru dengan berbagai kisah kasih nya. Dia bilang rumah ku adalah rumah impiannya. Dia bahkan ingin menetap untuk selamanya dalam rumah itu. Dan aku pun dengan senang hati menerimanya.

Namun kau tahu kan Tuhan, ini bukan perihal rumah yang sesungguhnya.

Sebab, pecahan kaca yang dulu pernah dia rapikan tak pernah dia buang melainkan dia simpan rapi hanya untuk memecahkan nya kembali. Beling-beling kaca itu kembali menyayat dan menggoreskan diriku. Langkah demi langkah ku dipenuhi darah, sebab pecahan kaca yang kembali dia tebarkan. 
Debu-debu yang pernah dia sapu bersih ternyata dia tebarkan kembali sebagaimana dulunya. Sampai-sampai aku tak bisa bernapas sejenak dibuatnya.

Tuhan, kini rumahku kembali tak berpenghuni lagi. Ijinkan aku menata kembali sisa rasa yang pernah di hadirkan saat dia menetap sesaat kemarin. Bantu aku untuk bisa sejenak menyingkirkan bayangan dia dalam setiap pandangan mata ku yang sampai saat ini masih bisa terbuka.
Aku tersiksa Tuhan, tak ada tempat untuk ku bercerita, berkeluh kesah selain padamu.

Tuhan, aku kembali kesepian dalam rumahku kini. Namun bayangan dirinya setiap saat selalu mempermainkan perasaan ku. Membuat mataku tak pernah bisa terlelap dengan tenang. Dia menjadi hantu yang setiap saat selalu menghantam dan menghantui diriku, sehingga aku tak pernah bisa untuk tidur dengan tenang.

Tuhan, apakah aku bisa memohon atau mengemis padamu untuk bisa memberikan sedikit ketenangan jiwaku. 
Bukankah aku telah melakukan semua syarat sebagaimana yang Engkau firmankan untuk mendapatkan ketenangan jiwa, tapi kenapa bayang dirinya masih menari seolah-olah tak berdosa dalam pikiranku. Mengapa dia masih hadir dalam mimpiku. Bukankah dirimu lebih tahu Tuhan, bagaimana cara ku untuk bisa sembuh dari goresan pecahan kaca yang dia taburkan. Bukankah aku selalu mengeluh kepadamu saat aku menangis Tuhan, lalu mengapa Engkau biarkan bayangnya menyiksa diriku. Hanya dirimu Tuhan yang tahu, sesakit apa yang aku rasakan ketika dia lebih memilih pergi dan melukai diriku.

Jika memang segala jenis mimpiku tentang dirinya mengisyaratkan bahwa dirinya membutuhkan aku, lantas kenapa dia memilih untuk mengakhirinya. Mengapa ia pergi dalam rumahku yang dulu ia anggap sebagai rumah impiannya. Tak ingatkah dirimu Tuhan bagaimana aku merayu mu siang dan malam hanya untuk meminta dia tetap bertahan menjadi penghuni tetap rumahku. Bukankah untaian do'aku selalu merendahkan diri demi merayu dzat mu agar bisa menyadarkan dia bagaimana rapuhnya diriku tanpa dia. Meskipun kau tahu Tuhan, dalam hatiku akan selalu ada dia. Dia tetap terpatri dalam kalbuku yang paling dalam.

Aku seperti menjadi dua kepribadian Tuhan, di dalam keramaian aku yang paling bisa tertawa dengan terbahak-bahak. Merasa paling bisa bahagia di antara cerita klasik yang sebenarnya tak lagi menarik. Sedangkan di saat sepi, aku masih merengek merayu mu hanya untuk dipersatukan lagi dalam versi yang baru. Menangis merendahkan diri, bersujud siang dan malam demi cinta yang sempat memberikan aku warna baru dalam hidupku.

Tuhan, kini aku mulai terbiasa dengan tanpa dirinya. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak lagi mengingat kembali segala hal tentang dirinya. Dia yang dulu selalu menempati ruang kosong dalam rumahku, kini kenangan bersama nya akan aku ganti. Meski butuh waktu yang begitu banyak bagiku menemukan sosok yang melebihinya.

Tuhan, saat ini aku pasrahkan padamu. Jika masih sempat, ingatkan dia akan sebangga apa aku menyebut namanya hanya untuk merayu diri_Mu demi keinginan untuk hidup bersama nya. Jika masih bisa, ingatkan dia bagaimana pahitnya rasa kebencian yang harus aku telan dari orang-orang terdekatnya yang tak menginginkan dia untuk bisa kembali lagi seperti yang dulu. Dan jika masih ada jalan, ingatkan dia bagaimana sakitnya tangisan yang aku pendam saat merendahkan diri pada_Mu hanya untuk mencintai dirinya.

Tuhan, berikan aku petunjuk terbaikmu. Karena saat ini diriku hanya bisa mengandalkan "Kun fayakun" darimu. Apapun yang terjadi kedepannya, jika yang terbaik untuk ku buatlah dia menetap sampai rumahku hilang. Dan jika masih sekedar untuk singgah hanya sekedar merapikan pecahan kaca dan menyapu butiran debu yang beterbangan, lebih baik kembalikan saja dia yang pertama kali masuk dalam rumahku. Aku akan menata kembali segala kesalahan dalam rumahku bersamanya lagi.

Terimakasih Tuhan.............!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun 2024, BKN Tidak Melakukan Pendataan Ulang Non-ASN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK yang mengharuskan status kepegawaian di lingkungan Instansi Pemerintah terdiri dari dua jenis kepegawaian yaitu PNS dan PPPK hingga tanggal 28 November 2023, Proses Pendataan Non-ASN telah berhasil diselesaikan pada bulan Oktober 2022. Pendataan ini merupakan langkah tindak lanjut untuk memetakan kondisi pegawai non-ASN dan membantu penyusunan strategi kebijakan terkait pegawai honorer. Pada tahap finalisasi yang berlangsung pada 31 Oktober 2022, masing-masing instansi melakukan pengecekan terakhir atau finalisasi akhir pendataan tenaga Non-ASN, serta menerbitkan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) sebagai hasil akhir pendataan. Selanjutnya, hasil pendataan Non-ASN telah disampaikan kepada masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi pemerintah, dan tenaga honorer dapat mengecek hasilnya pada masing-masing Biro SDM/BKD/BKPSDM/BKPP. Dalam amanat Pasal 65 Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang Ap...

Bagian mana di tubuhmu yang tak pernah ku nikmati.

Hangatnya cinta mu kini dingin membeku. Semua rasa mu bagaikan telah mati untukku. Aku bertanya-tanya namun tidak pernah jua mendapatkan jawaban. Aku masih dengan harapan yang sama saat pertama kali mencintai dan mengagumi mu dari jauh. Mengkhayal kan tentangmu sampai bermimpi mengenai dirimu yang telah pergi. Hanya satu yang sempat ku sesali, kenapa aku bisa terlena oleh cerita mu. Sampai aku begitu peduli hingga aku berjanji dalam diriku untuk bagaimana membuat mu bahagia. Aku begitu mencintaimu sampai aku tertipu oleh ceritamu. Aku begitu peduli dengan kesedihanmu, sampai aku terjebak oleh keadaan dimana saat kita mulai menjalin cinta, kau hadirkan masa lalu mu dalam perjalanan kisah cinta kita, namun aku tak pernah peduli. Asal hal itu bisa membuat mu bahagia aku terima kisah ku dijadikan sebagai pelampiasan mu. Setapak demi setapak aku mencintaimu. Terpenjara oleh keinginan memilikimu. Menjadi orang yang terpenting dalam hidupmu hingga aku sempat berpikir untuk melenyapkan dirimu ...

Mengeksplorasi Jejak Sejarah: 10 Situs Web untuk Mencari Sumber Naskah di Zaman Kolonialisme di Indonesia

Indonesia, dengan warisan sejarah yang kaya dan kompleks, telah melalui masa kolonialisme yang panjang yang telah membentuk perkembangan politik, sosial, dan budayanya. Untuk memahami lebih dalam tentang periode kolonialisme ini, penting bagi peneliti, sejarawan, dan masyarakat umum untuk memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber naskah dan dokumen yang relevan. Di era digital ini, banyak lembaga dan institusi telah memperluas akses terhadap koleksi mereka melalui platform daring. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi sepuluh situs web yang menyediakan sumber-sumber naskah di zaman kolonialisme di Indonesia. 1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI):    Sebagai rumah bagi banyak dokumen bersejarah, ANRI memiliki koleksi yang mencakup periode kolonialisme di Indonesia. Dari arsip foto hingga catatan resmi pemerintah kolonial, situs web ANRI menawarkan akses yang berharga bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu Indonesia. 2. Perpustakaan Nasi...

Legenda Ramses II: Kepemimpinan, Keluarga, dan Warisan Mesir Kuno

Lorong-lorong sejarah Mesir Kuno, sebuah nama bersinar terang: Ramses II, atau yang lebih dikenal sebagai Ramses yang Agung. Dengan masa pemerintahan yang panjang dan prestasi yang mengagumkan, Ramses II telah menjadi salah satu firaun terkenal dalam sejarah peradaban manusia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kehidupan, kepemimpinan, keluarga, dan warisan yang ditinggalkan oleh Ramses II, memperdalam pemahaman kita tentang sejarah Mesir Kuno dan peran pentingnya dalam perkembangan peradaban manusia. Ramses II, putra Firaun Seti I dan Ratu Tuya, dilahirkan pada sekitar tahun 1303 SM di Mesir Kuno. Kepemimpinan tampaknya sudah tertanam dalam darahnya, karena ia naik tahta sebagai firaun pada usia yang relatif muda, mengambil alih takhta setelah kematian ayahnya. Kenaikan kekuasaannya pada sekitar tahun 1279 SM, dan dari situlah dimulai perjalanan panjangnya sebagai salah satu firaun terbesar yang pernah ada. Salah satu aspek paling mencolok dari pemerintahan Ramses II adalah kebe...

Untuk Yang Pergi Selamanya

    Untuk mu yang memutuskan pergi, sudah sejauh itu ternyata kau pergi. Bahkan menoleh sedikitpun kebelakang saja kau tak pernah, sesingkat itu kamu lupa akan hal-hal tentang kita dulu?        Tentang aku dan kamu yang punya tujuan bahagia bareng, tentang kita yang tak pernah ingin sama-sama kehilangan, tentang aku yang takut kamu pergi dan tentang kamu yang sangat takut aku hilang. Apapun tentang kita dulu, kita adalah dua orang yang sangat takut kehilangan satu sama lain. Tapi aku juga harus sadar diri dan tidak mau memaksa kehendak mu, jika dengan meninggalkan ku, adalah kebahagiaan mu, maka lakukanlah. Mampu atau tidaknya aku tanpamu biarlah menjadi urusanku dengan tuhan ku. Apa kau tahu kedatangan mu dulu merubah dunia serta diriku. Dan cintaku padamu melebihi cintaku pada diriku sendiri, tapi pada akhirnya cinta yang pernah kau singgahkan dalam hatiku kini telah menjadi luka dan trauma. Aku tak pernah menjanjikan kebahagiaan kepadamu. Tapi ke...