Langsung ke konten utama

Untuk Yang Pergi Selamanya




    Untuk mu yang memutuskan pergi, sudah sejauh itu ternyata kau pergi. Bahkan menoleh sedikitpun kebelakang saja kau tak pernah, sesingkat itu kamu lupa akan hal-hal tentang kita dulu?

      Tentang aku dan kamu yang punya tujuan bahagia bareng, tentang kita yang tak pernah ingin sama-sama kehilangan, tentang aku yang takut kamu pergi dan tentang kamu yang sangat takut aku hilang. Apapun tentang kita dulu, kita adalah dua orang yang sangat takut kehilangan satu sama lain. Tapi aku juga harus sadar diri dan tidak mau memaksa kehendak mu, jika dengan meninggalkan ku, adalah kebahagiaan mu, maka lakukanlah. Mampu atau tidaknya aku tanpamu biarlah menjadi urusanku dengan tuhan ku.

Apa kau tahu kedatangan mu dulu merubah dunia serta diriku. Dan cintaku padamu melebihi cintaku pada diriku sendiri, tapi pada akhirnya cinta yang pernah kau singgahkan dalam hatiku kini telah menjadi luka dan trauma. Aku tak pernah menjanjikan kebahagiaan kepadamu. Tapi kebahagiaan mu adalah tanggung jawab diriku. Segala cara akan aku tempuh untuk memberikan kebahagiaan yang kau inginkan. Materi, waktu, cinta bahkan jiwa aku berikan hanya untuk membahagiakan dirimu. Sebab aku tahu bagaimana tersiksanya batin mu selama ini. Tapi mengapa kau hadirkan orang lain lagi untuk bisa membahagiakan dirimu. Jika tak cukup dariku, beritahu diriku bukan kau hadirkan dirinya.

 Aku pernah kau sebut "rumah impianmu" dulu. Menjadi tempat ternyaman untuk kau pulang di saat dirimu tak tentu arah. Namun mengapa semuanya berubah saat kisah kita hampir mencapai titik akhir. Bukankah aku selalu menghapus air matamu di saat kesedihan mu memuncak. Lalu mengapa kau hadirkan tangan orang lain lagi untuk bisa menghapus air matamu. 

Diriku mulai menjadi orang asing di matamu, kau mulai menghindar kebersamaan denganku secara perlahan. Disisi lain aku berjuang keras untuk bagaimana memperbaiki diri ku agar bisa seperti yang kau inginkan. 

Aku sadar bahwa orang yang mencintai mu bukan hanya diriku, karena dirimu selalu membanggakan betapa banyaknya lelaki di luar sana yang mencintai mu. Tapi yang mencintaimu disaat kamu mencintai orang lain hanyalah diriku. Aku merindukan mu, aku rindu bercerita tentang hariku, rindu menerima obrolan spam darimu dan juga aku rindu bagaimana kita membicarakan topik acak dimalam hari. Aku merindukan segalanya tentang dirimu. Untuk rindu bisakah dirimu diam, saat ini dia sudah tak lagi ku genggam.

Aku tertawa ketika mengingat pernah menangisi dirimu, tapi disatu sisi aku menangis ketika mengingat pernah tertawa bersamamu. hujan tidak pernah tahu dia membasahi siapa, tapi air mata tahu dia jatuh untuk siapa. Jika aku adalah orang terburuk yang pernah kau temui, pamitlah dan temukan dia yang kau anggap terbaik.

Seiring waktu, aku sudah bisa ikhlas, mungkin lebih tepatnya terpaksa untuk merelakanmu. Atas apa yang telah kau lakukan pada ku, namun bila suatu saat nanti rasa sakit dan kecewaku berbalik padamu. Percayalah, itu bukan karena aku mendo’akan mu yang tidak baik, namun sempat ada tangis yang ku tumpahkan di hadapan tuhan, diwaktu aku bersujud sembari menangisi dirimu dalam sepertiga malam ku.

Dulu kau adalah sendu yang setiap hari aku sapa dengan penuh harapan. Kau juga adalah candu yang kerap kali aku sebut dalam do’a panjangku. Tapi aku hanya sepuing pengganggu bagi mu, yang menyukai keheningan. Dan ikhlas terbesarku kala aku hanyut dalam keheningan tangisan malam. Akan kuperbaiki perahu ku, hingga aku bisa berlayar lagi. Semoga angin membawaku  ke tempat terbaik meski sempat terdampar di tempat yang salah

Tuhan, aku tahu dia bukan lagi milikku, namun ketika dia tak ada kabar, aku tak bisa mendustakan rindu ini, sungguh atas nama mu aku mencintainya. Bagaimana mungkin aku melupakannya sedangkan engkau berikan hati ini untuk selalu teringat akan dirinya. Ya tuhan, takdir apa yang sedang engkau rencanakan saat ini. Mengapa engkau berikan hati ini terus menerus merindukannya, sedangkan aku tahu untuk bersamanya saja sangat sulit. Tuhan, aku titip dia, jagalah dia dalam segenap penjagaan mu sebagaimana engkau menjagaku.

Bagaimana mungkin aku bisa membenci orang yang telah memberiku banyak pengalaman hidup? Bagaimana mungkin aku dendam pada orang yang membuatku bisa kuat sampai sekarang?

Aku tahu kita sudah berpisah. Kita sepakat untuk berbeda arah, mungkin bukan sepakat lebih tepatnya ini keputusanmu. Aku menghargaimu dengan menerima keinginanmu. Walaupun sebenarnya aku masih belum tahu bagaimana caranya menjalani hariku dalam bayang-bayangmu.

Kalau ditanya kecewa! Iya aku kecewa.

Kalau ditanya terluka! Iya aku terluka.

Kalau ditanya menyesal, aku sama sekali tidak akan menyesal mengenal dirimu. Aku tidak pernah bisa memaksa orang lain untuk mencintaiku walaupun diriku sangat mencintainya. Aku lebih memilih untuk berlapang dada, aku memilih untuk mengikhlaskan semuanya. Kalau ternyata tujuan mu, sudah bukan aku, itu letaknya diluar kendaliku. Aku tak merasa kalah karena harus berhenti mencintaimu. Justru aku merasa menang karena sudah pernah berusaha. Berbahagialah kamu dengan siapa pun, yang akan jadi pendamping mu, nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun 2024, BKN Tidak Melakukan Pendataan Ulang Non-ASN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK yang mengharuskan status kepegawaian di lingkungan Instansi Pemerintah terdiri dari dua jenis kepegawaian yaitu PNS dan PPPK hingga tanggal 28 November 2023, Proses Pendataan Non-ASN telah berhasil diselesaikan pada bulan Oktober 2022. Pendataan ini merupakan langkah tindak lanjut untuk memetakan kondisi pegawai non-ASN dan membantu penyusunan strategi kebijakan terkait pegawai honorer. Pada tahap finalisasi yang berlangsung pada 31 Oktober 2022, masing-masing instansi melakukan pengecekan terakhir atau finalisasi akhir pendataan tenaga Non-ASN, serta menerbitkan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) sebagai hasil akhir pendataan. Selanjutnya, hasil pendataan Non-ASN telah disampaikan kepada masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi pemerintah, dan tenaga honorer dapat mengecek hasilnya pada masing-masing Biro SDM/BKD/BKPSDM/BKPP. Dalam amanat Pasal 65 Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang Ap...

Bagian mana di tubuhmu yang tak pernah ku nikmati.

Hangatnya cinta mu kini dingin membeku. Semua rasa mu bagaikan telah mati untukku. Aku bertanya-tanya namun tidak pernah jua mendapatkan jawaban. Aku masih dengan harapan yang sama saat pertama kali mencintai dan mengagumi mu dari jauh. Mengkhayal kan tentangmu sampai bermimpi mengenai dirimu yang telah pergi. Hanya satu yang sempat ku sesali, kenapa aku bisa terlena oleh cerita mu. Sampai aku begitu peduli hingga aku berjanji dalam diriku untuk bagaimana membuat mu bahagia. Aku begitu mencintaimu sampai aku tertipu oleh ceritamu. Aku begitu peduli dengan kesedihanmu, sampai aku terjebak oleh keadaan dimana saat kita mulai menjalin cinta, kau hadirkan masa lalu mu dalam perjalanan kisah cinta kita, namun aku tak pernah peduli. Asal hal itu bisa membuat mu bahagia aku terima kisah ku dijadikan sebagai pelampiasan mu. Setapak demi setapak aku mencintaimu. Terpenjara oleh keinginan memilikimu. Menjadi orang yang terpenting dalam hidupmu hingga aku sempat berpikir untuk melenyapkan dirimu ...

Legenda Ramses II: Kepemimpinan, Keluarga, dan Warisan Mesir Kuno

Lorong-lorong sejarah Mesir Kuno, sebuah nama bersinar terang: Ramses II, atau yang lebih dikenal sebagai Ramses yang Agung. Dengan masa pemerintahan yang panjang dan prestasi yang mengagumkan, Ramses II telah menjadi salah satu firaun terkenal dalam sejarah peradaban manusia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kehidupan, kepemimpinan, keluarga, dan warisan yang ditinggalkan oleh Ramses II, memperdalam pemahaman kita tentang sejarah Mesir Kuno dan peran pentingnya dalam perkembangan peradaban manusia. Ramses II, putra Firaun Seti I dan Ratu Tuya, dilahirkan pada sekitar tahun 1303 SM di Mesir Kuno. Kepemimpinan tampaknya sudah tertanam dalam darahnya, karena ia naik tahta sebagai firaun pada usia yang relatif muda, mengambil alih takhta setelah kematian ayahnya. Kenaikan kekuasaannya pada sekitar tahun 1279 SM, dan dari situlah dimulai perjalanan panjangnya sebagai salah satu firaun terbesar yang pernah ada. Salah satu aspek paling mencolok dari pemerintahan Ramses II adalah kebe...

Mengeksplorasi Jejak Sejarah: 10 Situs Web untuk Mencari Sumber Naskah di Zaman Kolonialisme di Indonesia

Indonesia, dengan warisan sejarah yang kaya dan kompleks, telah melalui masa kolonialisme yang panjang yang telah membentuk perkembangan politik, sosial, dan budayanya. Untuk memahami lebih dalam tentang periode kolonialisme ini, penting bagi peneliti, sejarawan, dan masyarakat umum untuk memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber naskah dan dokumen yang relevan. Di era digital ini, banyak lembaga dan institusi telah memperluas akses terhadap koleksi mereka melalui platform daring. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi sepuluh situs web yang menyediakan sumber-sumber naskah di zaman kolonialisme di Indonesia. 1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI):    Sebagai rumah bagi banyak dokumen bersejarah, ANRI memiliki koleksi yang mencakup periode kolonialisme di Indonesia. Dari arsip foto hingga catatan resmi pemerintah kolonial, situs web ANRI menawarkan akses yang berharga bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu Indonesia. 2. Perpustakaan Nasi...

Berakhir tanpa jejak

Lagi dan lagi, kisah yang bertahun-tahun kandas begitu saja hanya dalam sekejap mata tanpa aku tahu sebab kesalahan yang aku lakukan. Kemesraan yang selama ini dilihat oleh orang banyak ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka. Hubungan yang selama ini di anggap baik-baik saja nyata di penuhi sandiwara. Aku menetapkan hatiku padanya disaat wanita lain tak memberikan kesempatan kepada ku untuk membuka hati dari kisah yang dulu melukai ku. Awalnya aku mengenal satu sampai enam orang wanita sebelum dirinya. Tapi tak ada yang bisa memberikan kesempatan untuk diriku mencintai sebagaimana hakikatnya cinta. Seiring waktu berjalan, kami mengenal satu sama lain. Komunikasi kami selalu intens. Tiap saat kita berdua saling bertanya kabar. Karena dia berada di kota dan aku di pelosok desa saat itu. Aku selalu berusaha melupakan kisah yang pernah menyakiti hatiku lewat komunikasi dengan dirinya. Meskipun terkadang dia mengatakan aku mendekatinya karena sekedar pelarian dari cerita masa laluku. Ta...