Mendengar kata hacker mungkin sebagian orang awam akan sulit memahami apa itu hacker di dunia maya, apakah kalian atau teman kalian pernah mengalami akun media seperti facebook misalnya telah dibajak oleh orang lain?, inilah tulisan yang kita bahas kali ini. Hacker adalah seorang penggiat teknologi untuk menganalisa, maupun meperbaiki keamanan (security) system untuk kepentingan bersama, namun istilah ini dikenal luas dan di salah tafsirkan sebagai penjahat dalam dunia maya. Hacker sebenarnya berbeda dengan cracker, sebutan ini yang paling cocok untuk penjahat dunia maya.
1. Cracker
adalah seorang penggiat teknologi untuk menganalisa dan merusak, mencuri bahkan
menyalahgunakan dengan memaksa masuk ke sebuah system beserta menyalahgunakan
data pribadi sesorang untuk kepentingannya. Perkembangan zaman yang semakin
maju dalam bidang teknlogi dan informasi begitu sangat pesat, namun dari
perkembangan tersebut ibarat seperti mata uang yang mempunyai nilai postif dan negative,
karena uang sesorang bisa menyumbangkan hartanya untuk kebutuhan orang lain,
dan karena uanglah sesorang akan berbuat jahat jika tidak pernah merasa cukup. Analogy
uang tersebut sama halnya seperti perkembangan system infomasi maupun teknologi
yang harus mempunyai keamanan yang sangat ketat untuk melindungi data pribadi
seseorang dari tindak kejahatan dunia maya.
Cracker adalah typekal seseorang yang mempunyai rasa ingin tau berlebihan terhadap apa yang ia lakukan dan melakukan peretasan (hacking) terhadap apa yang ia targetkan sebelumnya. Sebelum melakuan aksi kepada targetnya, kita perlu tau apa saja metode maupun tahapan dalam proses tersebut.
2. Reconnaissance
Reconnaissance adalah suatu tahap persiapan dimana hacker atau pihak yang akan melakukan “serangan” berusaha mencari informasi Sebanyak banyaknya mengenai target atau sasaran sistem yang ingin diserang.
3. Scanning
“Scanning” Sesuai dengan definisi dan konteksnya, “scan” merupakan sebuah proses dimana hacker dengan menggunakan berbagai alat atau tools berusaha mencari celah masuk atau lokasi tempat serangan akan diluncurkan. Seperti halnya seorang pencuri yang dapat masuk ke dalam rumah melalui pintu, jendela, atap rumah.
4. Gaining Access
Jika dua tahap sebelumnya yaitu reconnaissance dan scanning masih bersifat “pasif”, dalam arti kata bahwa aktivitas yang dilakukan masih sekedar meraba-raba kedalam system yang ingin diserang, pada tahap gaining access ini usaha penetrasi aktif mulai dilaksanakan. Pada dasarnya yang dilakukan oleh hacker adalah melakukan eksploitasi terhadap kelemahan, yang ada pada sistem. Cara mendapatkan akses yang dimaksud sangatlah beraneka ragam, tergantung karakteristik dan hasil dari proses scanning sebelumnya. Misalnya dengan melakukan password cracking alias mencoba menebak hingga “memaksakan” kata kunci rahasia yang memungkinkan hacker memperoleh hak akses untuk masuk ke dalam sistem. Jenis lainnya adalah mekakukan aktivitas yang menyebabkan terjadinya fenomena buffer overflows sehingga data rahasia yang seharusnya tersimpan aman dapat diakses dan diambil oleh yang tidak memiliki otoritas.
5. Maintaining Access
Tahap ini adalah sebuah periode dimana setelah hacker berhasil masuk ke dalam system yang bersangkutan berusaha untuk tetap bertahan memperoleh hak akses tersebut. Pada saat inilah sering diistilahkan bahwa sistem yang ada telah berhasil diambil alih Oleh pihak yang tidak berhak.
6. Clearing Tracks / Covering Tracks
Clearing Tracks / Covering Tracks adalah tindakan
akhir bagi seorang peretas, yaitu keahlian dalam menghilangkan atau menghapus
jejak agar tidak terlacak.

Komentar