Langsung ke konten utama

Apa itu bitcoin halving?

Bitcoin Halving adalah peristiwa yang terjadi setiap empat tahun sekali di jaringan Bitcoin.
Blockchains membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk membuka 210.000 blok lagi, sebuah standar yang ditetapkan oleh pencipta blockchains  untuk terus  mengurangi tingkat pengenalan mata uang.

Awalnya, ketika Bitcoin diluncurkan pada tahun 2009, para penambang menerima hadiah sebesar 50 bitcoin untuk setiap blok yang berhasil di Tambang. Namun, setelah acara halving pertama pada tahun 2012, hadiah ini dikurangi menjadi 25 bitcoin per blok. Halving berikutnya terjadi pada tahun 2016 dan 2020, yang selanjutnya dikurangi menjadi 12,5 bitcoin dan kemudian menjadi 6,25 bitcoin.


Tujuan Dari Bitcoin Halving 

Tujuan dari Bitcoin halving adalah untuk mengontrol pasokan bitcoin baru yang memasuki sirkulasi dan untuk memastikan bahwa total pasokan bitcoin dibatasi. Dengan mengurangi laju penciptaan bitcoin baru, peristiwa pengurangan sebagian membantu menjaga kelangkaan dan mencegah inflasi. Mekanisme ini sangat penting bagi sifat deflasi Bitcoin dan proposisi nilainya sebagai penyimpan nilai.


Dampak Dari Bitcoin halving 

Secara historis, peristiwa halving dikaitkan dengan peningkatan perhatian dan spekulasi, sering kali menyebabkan pasar bullish dan kenaikan harga setelah peristiwa Halving 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengungkap Misteri Vlad the Impaler: Dibalik Legenda Vampir

Nama misterius yang dikaitkan dengan legenda vampir, meskipun keberadaan mereka tidaklah dapat dibuktikan secara ilmiah. Salah satu nama yang sering disebut adalah "Vlad the Impaler" atau Vlad III, Pangeran Wallachia. Dia adalah penguasa yang terkenal karena kekejamannya dalam menghukum musuh-musuhnya dengan cara menancapkan mereka di atas tiang-tiang. Meskipun tidak secara langsung terkait dengan legenda vampir, Vlad the Impaler sering dianggap sebagai inspirasi untuk karakter Count Dracula dalam novel Bram Stoker, karena Stoker menggunakan beberapa elemen dari sejarah Vlad dalam menciptakan tokoh fiksinya. Vlad the Impaler, nama yang memancarkan aura kekejaman dan kegelapan, telah menjadi subjek pembicaraan dan spekulasi selama berabad-abad. Dalam artikel ini, kami akan menggali ke dalam sejarah dan legenda di balik tokoh kontroversial ini, serta bagaimana ia terkait dengan mitos vampir yang menyelimuti budaya populer. Vlad III lahir pada tahun 1431 di Transilvania, wilayah...

Mengeksplorasi Jejak Sejarah: 10 Situs Web untuk Mencari Sumber Naskah di Zaman Kolonialisme di Indonesia

Indonesia, dengan warisan sejarah yang kaya dan kompleks, telah melalui masa kolonialisme yang panjang yang telah membentuk perkembangan politik, sosial, dan budayanya. Untuk memahami lebih dalam tentang periode kolonialisme ini, penting bagi peneliti, sejarawan, dan masyarakat umum untuk memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber naskah dan dokumen yang relevan. Di era digital ini, banyak lembaga dan institusi telah memperluas akses terhadap koleksi mereka melalui platform daring. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi sepuluh situs web yang menyediakan sumber-sumber naskah di zaman kolonialisme di Indonesia. 1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI):    Sebagai rumah bagi banyak dokumen bersejarah, ANRI memiliki koleksi yang mencakup periode kolonialisme di Indonesia. Dari arsip foto hingga catatan resmi pemerintah kolonial, situs web ANRI menawarkan akses yang berharga bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu Indonesia. 2. Perpustakaan Nasi...

Kajian Botani dan Kegunaan Ageratum conyzoides L. (Bandotan) untuk Kesehatan

 Nama Ilmiah: Ageratum conyzoides L. Nama Daerah: Sopaamu (Bhs. Sangihe); Zukut kulo (Bhs. Tombulu); Rumput Busuk (Bhs. Ratahan); Rumput Putih (Bhs. Tontemboan) Nama Asing: Sheng hong ji (C); Billy goat weed, White weed, Bastard agrimony (I); Bulak manok (Tag.); ajganda, sahadevi (IP) Famili: Asteraceae Sinonim: - Ageratum ciliare Lour. - Ageratum cordifolium Roxb. Nama Simplisia: - Agerati Herba (herba bandotan) - Agerati Radix (akar bandotan) Pertelaan: Herba semusim, tumbuhan tegak atau bagian bawahnya berbaring, tinggi sekitar 30-90 cm, dan beracabang. Batang bulat dan berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan berseling (Compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelanjar yang terletak di bawah permukaan daun, warnanya hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai r...