1. Zaman Kuno
Contoh inflasi tercatat di Mesopotamia kuno, Mesir dan Roma, di mana pemerintah memanipulasi mata uang untuk membiayai perang atau menutupi defisit fiskal, yang mengakibatkan devaluasi mata uang dan kenaikan harga.
2. Periode Abad Pertengahan dan Renaisans
Di Eropa, kekuatan pasokan logam mulia, seperti emas dan perak dari Dunia Baru, mempengaruhi tren inflasi. Selain itu, gangguan seperti Kematian Hitam menyebabkan kekurangan tenaga kerja, menyebabkan kenaikan upah dan kenaikan harga.
3. Era Modern Awal
Munculnya perbankan dan uang kertas pada masa Renaisans membawa dinamika baru terhadap inflasi. Pemerintah mengeluarkan mata uang kertas tanpa dukungan yang memadai, sehingga menyebabkan tekanan inflasi. Contoh penting termasuk hiperinflasi di Perancis selama Revolusi Perancis.
4. Revolusi Industri
Transisi ke perekonomian industri pada abad ke-18 dan ke-19 membawa tantangan baru. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, disertai dengan peningkatan jumlah uang beredar dan kredit, memicu tekanan inflasi di negara-negara industri berkembang.
5. Abad ke-20
Inflasi masalah menjadi ekonomi yang menonjol, diperburuk oleh Perang Dunia I dan setelahnya. Periode antar perang menyaksikan hiperinflasi di negara-negara seperti Jerman dan Hongaria. Depresi Hebat untuk sementara waktu menghentikan tren inflasi namun diikuti oleh upaya rekonstruksi pasca Perang Dunia II yang kembali memacu inflasi.
6. Era Pasca Perang Dunia II
Pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi Keynesian, dengan fokus pada lapangan kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini menimbulkan tekanan inflasi, khususnya pada tahun 1970an, yang dipicu oleh faktor-faktor seperti guncangan harga minyak, pertumbuhan jumlah uang yang beredar secara berlebihan, dan spiral harga upah.
7. Zaman modern
Sejak tahun 1980an, banyak bank sentral telah mengadopsi kerangka penargetan inflasi untuk menjaga stabilitas harga. Melalui alat kebijakan moneter seperti penyesuaian suku bunga dan operasi pasar terbuka, bank sentral bertujuan untuk menjaga inflasi dalam kisaran target yang menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sepanjang sejarah, inflasi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dinamika penawaran dan permintaan, serta guncangan eksternal. Mengelola inflasi masih merupakan tantangan penting bagi pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Komentar