Langsung ke konten utama

Menginstal Google Cloud Shell atau Google Cloud CLI dalam Termux

Jalankan perintah berikut untuk memperbarui paket dan menginstal dependensi yang diperlukan:

    
apt update -y && apt upgrade -y pkg up -y openssl curl python openssh
    

1. Selanjutnya, unduh Google Cloud CLI dengan perintah ini:

    
curl -O https://dl.google.com/dl/cloudsdk/channels/rapid/downloads/google-cloud-cli-439.0.0-linux-arm.tar.gz
    

2. Ekstrak arsip Google Cloud CLI yang telah diunduh:

    
tar -xf google-cloud-cli-439.0.0-linux-arm.tar.gz
    

3. Instal Google Cloud CLI dengan menjalankan skrip instalasi:

    
./google-cloud-sdk/install.sh
# Pilih Y
# Pilih Y
# Tekan Enter
    

4. Inisialisasi Google Cloud CLI dengan perintah berikut:

    
./google-cloud-sdk/bin/gcloud init
# Pilih Y
# Pilih Y
# Pilih N

    

5. Gunakan perintah ini untuk mengakses Google Cloud Shell:

    
gcloud alpha cloud-shell ssh
# Pilih Y
# Tekan Enter
    

Jika perintah pada langkah 5 tidak berhasil, gunakan perintah berikut untuk mengotorisasi sesi:

    
gcloud alpha cloud-shell ssh --authorize-session
    

Terakhir perintah, untuk login tanpa memasukkan sandi dan password, jalankan perintah berikut:

    
gcloud auth login --no-launch-browser
    

Jika semuanya sudah terinstall, buatlah bash shell dengan perintah:

    
nano shell.sh
    

Tempelkan kode berikut:

    
#!/bin/bash
gcloud alpha cloud-shell ssh --authorize-session
    

Simpan dan keluar dengan menekan `Ctrl + X`, lalu jalankan dalam Termux:

    
./shell.sh

Dengan langkah-langkah di atas, Anda akan berhasil menginstal dan mengakses Google Cloud Shell atau Google Cloud CLI dalam Termux.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 judul skripsi untuk jurusan Filsafat

1. "Analisis Filsafat Fenomenologi Husserl dalam Konteks Pengalaman Subyektif" 2. "Kajian Ontologis tentang Makna Kehidupan Menurut Perspektif Filsafat Barat dan Timur" 3. "Studi Epistemologi tentang Sumber Pengetahuan Menurut Aliran Empirisme dan Rasionalisme" 4. "Pengaruh Filsafat Nietzsche terhadap Pemikiran Etika Kontemporer" 5. "Analisis Metafisika tentang Konsep Waktu dalam Filsafat" 6. "Kritik terhadap Idealisme Berdasarkan Filsafat Materialisme" 7. "Studi tentang Hakikat Manusia dalam Filsafat Eksistensialisme" 8. "Pengaruh Filsafat Oriental dalam Pemikiran Modern Barat" 9. "Analisis Etika Aristoteles dalam Konteks Moralitas Kontemporer" 10. "Kajian tentang Konsep Kebebasan Menurut Filsafat Politik" 11. "Studi tentang Relasi antara Agama dan Filsafat dalam Pemahaman Manusia" 12. "Pemetaan Perkembangan Filsafat Politik dari Yunani Kuno hingga Era Modern" 13. ...

Mengeksplorasi Jejak Sejarah: 10 Situs Web untuk Mencari Sumber Naskah di Zaman Kolonialisme di Indonesia

Indonesia, dengan warisan sejarah yang kaya dan kompleks, telah melalui masa kolonialisme yang panjang yang telah membentuk perkembangan politik, sosial, dan budayanya. Untuk memahami lebih dalam tentang periode kolonialisme ini, penting bagi peneliti, sejarawan, dan masyarakat umum untuk memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber naskah dan dokumen yang relevan. Di era digital ini, banyak lembaga dan institusi telah memperluas akses terhadap koleksi mereka melalui platform daring. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi sepuluh situs web yang menyediakan sumber-sumber naskah di zaman kolonialisme di Indonesia. 1. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI):    Sebagai rumah bagi banyak dokumen bersejarah, ANRI memiliki koleksi yang mencakup periode kolonialisme di Indonesia. Dari arsip foto hingga catatan resmi pemerintah kolonial, situs web ANRI menawarkan akses yang berharga bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang masa lalu Indonesia. 2. Perpustakaan Nasi...

Jejak Kerajaan Sanggar: Transisi Pusat Pemerintahan dan Catatan Perjalanan Sejarahnya

Asia Tenggara memang menjadi pusat aktivitas perdagangan yang signifikan pada periode tersebut, terutama karena letak geografisnya yang strategis dan keragaman produk ekspor yang dimilikinya. Sumbawa, meskipun buktinya sedikit, juga turut serta dalam perdagangan tersebut. Pulau ini terkenal karena kekayaan alamnya, terutama kayu secang/sapan, yang menjadi salah satu komoditas utamanya. Selain kayu secang/sapan, Sumbawa juga menghasilkan berbagai produk ekspor lainnya seperti beras, lilin lebah, madu, sarang burung walet, garam, kapas, dan bahkan kuda berkualitas tinggi. Wilayah Sumbawa, termasuk Bima, Kore (Sanggar), dan Sumbawa Barat, menjadi tujuan bagi para pembeli yang mencari kuda berkualitas tinggi. Meskipun Sumbawa bukanlah pusat perdagangan utama seperti Jawa, tetapi orang Sumbawa dikenal dalam perdagangan maritim dan menjadi bagian dari jaringan perdagangan yang meluas di Asia Tenggara. Peran Makassar sebagai pusat perdagangan yang penting di Sulawesi Selatan memang sangat sig...

Sejarah Inflasi

Inflasi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, dimulai dari peradaban kuno di mana penguasaan mata uang dengan mengurangi kandungan logam mulia, yang menyebabkan kenaikan harga. Namun, pemahaman yang terstruktur mengenai inflasi muncul pada awal periode modern.  1. Zaman Kuno Contoh inflasi tercatat di Mesopotamia kuno, Mesir dan Roma, di mana pemerintah memanipulasi mata uang untuk membiayai perang atau menutupi defisit fiskal, yang mengakibatkan devaluasi mata uang dan kenaikan harga. 2. Periode Abad Pertengahan dan Renaisans Di Eropa, kekuatan pasokan logam mulia, seperti emas dan perak dari Dunia Baru, mempengaruhi tren inflasi. Selain itu, gangguan seperti Kematian Hitam menyebabkan kekurangan tenaga kerja, menyebabkan kenaikan upah dan kenaikan harga. 3. Era Modern Awal Munculnya perbankan dan uang kertas pada masa Renaisans membawa dinamika baru terhadap inflasi. Pemerintah mengeluarkan mata uang kertas tanpa dukungan yang memadai, sehingga menyebabkan tekanan inflasi. Con...